panca kirana
 
Falafah Pancasila sebagi Dasar Negara merupakan nilai dasar spiritual keagamaan, kemanusiaan, dan kesatuan bangsa yang menjadi landasan dasar dalam pembangunan bangsa baik pembangunan sumber daya manusia maupun pembangunan fisik.

Kepramukaan sebagai gerakan pendidikan pada jalur pendidikan non formal merupakan bagian tak terpisahkan dari system pendidikan dalam menyiapkan anak bangsa menjadi kader bangsa yang berkualitas baik moral, mental, spiritual, intlelektuan, emosional, maupun fisik dan ketrampilan.

Gerakan Pramuka yang diresmikan berdirinya pada tanggal 14 Agustus 1961 merupakan kesinambungan gerakan kepanduan nasional Indonesia yang bertujuan menumbuhkan tunas bangsa menjadi generasi yang dapat menjaga keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa, bertanggungjawab serta mampu mengisi kemerdekaan Indonesia.

Kepramukaan pada hakekatnya adalah suatu proses pendidikan yang menyenangkan bagi anak muda, dibawah tanggungjawab anggota dewasa, yang dilaksanakan di luar lingkungan pendidikan sekolah dan keluarga, dengan tujuan, prinsip dasar dan metode pendidikan tertentu.

Gerakan Pramuka adalah suatu gerakan pendidikan untuk kaum muda, yang bersifat sukarela, nonpolitik, terbuka untuk semua, tanpa membedakan asal-usul, ras, suku dan agama, yang menyelenggarakan kepramukaan melalui suatu sistem nilai yang didasarkan pada Satya dan Darma Pramuka.



Dasar Penyelenggaraan Gerakan Pramuka sebagai Landasan Hukum diatur berdasarkan :

A. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor238 tahun 1961 Tentang Gerakan Pramuka

B. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 118 tahun 1961 Tentang Penganugerahan Pandji kepada Gerakan Pendidikan Kepanduan Pradja Muda karana

C. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor24 tahun 2009 Tentang Pengesahan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka

D.  Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 203 tahun 2009 Tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka




Landasan Hukum Gerakan Pramuka merupakan landasan Gerak setiap aktifitas dalam menjalankan tatalaksana Organisasi dan manajemen di Gerakan Pramuka.
 
 
Pada awal tahun 1908 BP selalu menulis cerita pengalamannya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Kumpuilan tulisan itu kemudian terbit sebagai buku “scouting for boys”. Buku ini cepat tersebar keseluruh negeri Inggris, bahkan ke Negara-negara lainnya, dan berdirilah dimana-mana organisasai kepramukaan (yang semula hanya untuk anak laki-laki berusia penggalang) yang disebut Boy Scout. Kemudian disusul berdirinya organisasi Kepramukaan puteri yang diberi nama Girl Guides atas bantuan Agnes, adik perempuan BP, dan kemudian diteruskan oleh Ny. Baden Powell.

Pada tahun 1916 berdiri kelompok Pramuka usia siaga, yang disebut CUB(anak srigala). Dengan buku The Jungle Book, berisis cerita tentang MOWGLI anak didikan rimba (anak yang dididik oleh srigala di hutan) karangan Rudyard Kiling sebagai cerita pembungkus kegiatan CUB tersebut.

Tahun 1918 BP membentuk ROVER SCOUT (pramuka usia penegak) untuk menampung mereka yang sudah berusia lebih dari 17 tahun, tetapi masih senang untuk mengikuti kegiatan pramuka. Pada tahun 1922 BP menerbitkan buku ROVERING TO SUCCESS (Mengembara menuju bahagia) yang berisi petunjuk bagi para pramuka Penegak dalam menghadapi hidupnya, agar mencapai kebahagiaan. Buku itu menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya sendiri menuju ke pantai bahagia yang mana dihadapannya terdapat karang-karang yang berbahaya, yaitu :

a.       Karang Perjudian
b.       Karang Wanita
c.        Karang Minuman Keras dan Merokok
d.       Karang Mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain
e.        Karang tidak berTuhan

Pada tahun 1920 diselenggarakan jambore sedunia, di area Olympia, London. BP telah mengundang Pramuak dari 27 Negara, dan pada saat itu BP diangkat menjadi Bapak Pandu Sedunia. Dan pada tahun 1914 BP mulai menulis petunjuk untuk kursus Pembina Pramuka. Rencana ini baru dapat dilaksanakan mulai tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Mac Leren, BP mendapatkan sebidang tanah di Chigford, yang digunakan sebagai tempat pendidikan Pembina Pramuka. Tempat ini terkenal dengan nama GILLWEL PARK.
 
 
  Jika kita baca buku “B-P’s Out Look”, didalamnya kita akan menemukan kata-kata atau pendapat dari sang pendiri Pramuka(Pandu), Lord Baden Powell, yang berbunyi sebagai berikut :

“SCOUTING is not a science to be solemnly studied, NOR is it collection of doctrine and texts. No ! it is a jolly game in the out of doors, where boy-man and boy can go adventuring together as leader an younger brothers picking up health and happiness, handicraft and helpfulness”.

Yang artinya :
Kepramukaan bukanlah suatu ilmu yang harus dipelajari secara tekun, bukan pula merupakan suatu kumpulan suatu ajaran dan naskah-naskah buku. Bukan ! kepramukaan adalah suatu permainan yang menyenangkan di alamm pengembaraan seperti kakak beradik, membina kesehatan dan kebahagiaan, keterampilan, dan kesediaan memberi pertolongan.

Tapi jika kita pelajari lebih lanjut dan secara mendalam tentang kepramukaan itu akhirnya kita dapat mengadakan bahwa pada hakekatnya KEPRAMUKAAN adalah :

ü  Suatu proses pendidikan dalam bentuk kegiatan yang menyenangnkan bagi anak dan pemuda dibawah tanggung jawab orang dewasa.

ü  Yang dilaksanakan diluar lingkungan pendidikan sekolah dan diluar lingkungan pendidikan keluarga.

ü  Denga menggunakan prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan.

Kepramukaan sebagai proses pendidikan harus merupakan kegiatan yang dapat dipertanggung jawabkan dan dapat bernilai pendidikan sehingga kegiatannya harus terencana dan terprogram dengan baik dan dapat dinilai dari segi pendidikan dan kejiwaan.
 

panca kirana